Posts

PKL: One of The Best Scene in My Life

Halo kembali lagi bersama aku, azer. Anyways, karena waktu tanggal 8-20 Januari tuh aku dan kelas 12 lainnya baru selesai PKL, aku jadi pingin menumpahkan kisah itu di blog Intinya sih, cerita. And ya, happy reading!  Secara personal, gak ada niat yang kuat buat ikut PKL. Apalagi selama liburan semester ganjil kemarin, mana sempat aku mikirin PKL. Intinya ya refreshing, intinya ya healing. Tanggal 3 Januari masuk dan tiba-tiba segalanya tentang PKL. Mulailah pembekalan selama 3 hari sebelum keberangkatan ke lokasi dan di saat itu juga aku ditunjuk sebagai ketua kelompok PKL. Nothing special. Yang ada malah deg-degan karena belum menyiapkan apapun. Belum siap bertemu orang baru, belum siap ditempatkan di tempat yang asing.  Tapi waktu pembekalan, aku sempat ditunjuk ke depan secara tiba-tiba oleh pembimbing PKL-ku yang amat inspiratif, Bu Opha. Ditunjuk untuk mencontohkan mewawancarai seseorang di depan teman-teman seangkatan. Entah sengaja atau bagaimana memilih aku, yang jela...

Sedikit Cerita Tentang 2021

Sebelum buat tulisan ini, sengaja aku baca-baca dulu postingan setahun lalu tentang ceritaku di 2020. Lucu juga ya bisa flashback  padahal aku udah ga inget kapan aku pernah nulis itu. Banyak harap, banyak evaluasi dan banyak hal lainnya yang membingungkan. Apakah akhir tahun adalah waktunya punya mimpi baru? Atau waktu-waktu dimana kita selalu semangat untuk memulai lembaran baru? 2021 buatku tidak kacau lagi -seperti di 2020 lalu. Aku justru merasa bahwa banyak sekali proses dan juga pembelajaran yang hadir. Di tahun ini, usiaku 17. Tentu aku mulai memahami banyak hal, dan yang paling sulit adalah memahami diri sendiri. Entah karena memang aku terlalu labil atau bagaimana, tapi seringkali merasa bahwa di satu keadaan aku tahu itu aku tapi di sisi lain masih bertanya-tanya "sebenarnya aku siapa?". "Jadi dewasa itu ribet ya" Ucap seseorang kala itu.  Memangnya jadi dewasa itu se-menakutkan itu? Overthinking , ngerasa cemas kalo udah mikirin masa depan apalagi mikiri...

Perjalanan Masih Jauh, No Problem at All

Satu tahun lebih di rumah, gak kerasa yah. Bentar lagi udah mau masuk aja. Siap atau enggak? Entahlah. Anyways, aku mau cerita aja tentang hidupku selama pandemi agar nanti bisa kuceritakan pada cucu-cucuku bahwa aku berhasil survive dari virus covid-19 inii xixixii.. Saat KBM berlangsung, yaa tentu aja sibuk nugas. Selama di rumah gak kerasa sibuk juga sih, cukup nyantai dan bisa rebahan lama-lama. Pagi sampai siang sekolah, tidur siang, nugas, kadang jalan-jalan sesekali menghirup udara segar, malamnya lanjut rapat organisasi. Sekolah-nugas-organisasi, sekolah-nugas-organisasi, sekolah-nugas-organisasi. Yaa begitulah. But, ada hal menarik yang aku rasa cukup bikin selama di rumah jadi lebih berwarna. Bersosialisasi sama anak sekomplek. Mau bagaimana lagi, jarang berinteraksi langsung sama temen itu rasanya aneh. Bayangkan, di usia 16-17 kamu hidup tanpa teman, menghabiskan waktu sekolah di rumah, tidak ada teman sebaya, bayangkan saja sendiri. Sebenarnya sosialisasi ini seperti sebua...

I'm 16

Jangan bilang kalau aku lagi ditelan bumi. Hahaa.. engga kok. Kalian pernah gak sih berada di suatu titik dimana kalian ngerasa bimbang terus. Overthink. Think about your future or anything. Ya, aku lagi ngerasain hal itu. Di usiaku yang masih 16 ini –ditambah semuanya diwarnai oleh suasana pandemi, rasanya kelabilan jadi sesuatu yang mengalihkan kefokusanku. Ya, aku tau itu salah, tapi aku akan coba yang terbaik. Pencarian ini entah mengapa berlangsung lama terhadap diriku. Lihat saja aku hari ini. And I think saat inilah puncaknya. Memang belum ada jawaban yang pasti, tapi percayalah, mencari itu menyenangkan! Banyak orang yang nanya juga tentang kedepannya mau jadi apa, kuliah mau dimana, dsb yang itu semua bikin aku mikir terus. Btw thanks udah mau bikin aku mikir hahaa.. Lucunya lagi ketika aku jawab dengan jawaban yang berbeda. Misal waktu September kemarin ada yang nanya ke aku, “jadinya mau kuliah dimana?” Ya aku otomatis mikir dong, dan aku jawab dengan mantap kalo aku mau amb...

Self Talk: Life Values

Ada yang pernah ngerasa bosen dengan rutinitas? Hey ayolah aku benar-benar ingin keluar dari lingkaran ini. Setiap hari rasanya seperti gitu-gitu aja. Tak ada hal baru, tak ada eksplorasi. Apa ya aku ingin apa? Pikiran seperti itu selalu hadir dan memusingkan saya. Tulisan ini entahlah ingin saja aku bercerita. Andai aku bukanlah aku, pasti sudah ku nasehati dengan bijaknya. Tapi apa daya? Aku adalah aku yang tak mampu mengerti aku dan menasehati diriku sendiri. Maka izinkan aku tulis beberapa nasehat untuk kau jadikan bahan kontemplasi! Sekarang coba kamu pikirkan, apakah benar kamu bosan? Apa benar tak satupun hal baru yang dapat kamu temukan? Think out of the box! Ga ada alasan buat kamu ngerasa bosan. Sebenarnya banyak hal baru yang bisa kamu lakuin. Cuma, satu alasan sih, kamu malas. Kamu terlalu malas untuk bangun dan menikmati rutinitasmu. Lihat list job mu! Banyak sekali yang harus kau selesaikan dan bukankah dari sana kamu bisa mendapat banyak hal? Pertama, kamu punya ...

Sedikit Cerita Tentang 2020

Waw keliatannya beneran males banget buat bikin tulisan di blog ini. Tapi bagaimanapun, masih kuat buat mertahanin blog ini. Berhubung sekarang menjelang akhir 2020, aku mau bercerita tentang kisahku di 2020. Tahun ini sepertinya tahun dimana setiap orang dipaksa untuk menjadi kuat. Ya, di 2020, kuat itu harus. Siapapun di dunia ini terkena dampak yang besar dari pandemi Covid-19 ini. Siapa sangka yang dulu awal tahun 2020 Indonesia berasumsi kalau virus ini ga akan bisa menyerang orang Indo yang tinggal di wilayah tropis, justru kemarin-kemarin Indo masuk ke dalam 10 Negara Kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Semua sektor kehidupan diuji di masa-masa seperti ini. Memang terasa pahit, tapi menurutku ini luar biasa. Dibalik itu, dunia menjadi lebih bersih dari biasanya. Sepertinya manusia memang harus diberi pelajaran dulu untuk mampu mengubah pola hidupnya yang buruk. Lalu apa jadinya jika 2021 mendatang Covid-19 telah hilang? Apakah pola hidup manusia akan kembali seperti semula? Apaka...

Setitik Penat

            Hilang arti. Ah, semoga tidak begitu. Menyimpulkan sesuatu yang tak perlu disimpulkan. Kenapa semua pola ini terlalu rumit? Kenapa segala rutinitas begitu membosankan?   Di dunia kecil ini yang penuh kisah dari berbagai kalangan, di dunia kecil ini yang penuh konflik mulai dari lapisan teratas hingga lapisan terbawah. Saat kau mendapat kesempatan untuk memimpin 8% bagian dari lapisan tersebut, saat kau harus menjadi seorang nahkoda untuk mereka, apa yang akan kau lakukan? Benahi selagi bisa. Yap, itu benar. Tentunya, benahi segala sesuatu yang salah namun masih dalam koridor kemampuan diri. Sesuatu yang salah. Itu yang menjadi sebuah pertanyaan. Yang manakah sesuatu yang salah itu? Apa yang disebut sebagai sesuatu yang salah? Dan, salah dimata siapa? Persepsi dan penafsiran setiap orang pasti berbeda-beda, namun mustahil kita tidak memiliki parameter yang absolut mengenai sebuah kebenaran dan sebuah kesalahan. Lantas, bagaimana cara kita me...

Wajah Keadilan Tuhan

Andaikan orang-orang tahu diriku yang sejatinya seperti apa. Aku tak menyalahi orang yang selalu memandang diriku punya banyak kelebihan, aku pun tak menyalahi sesiapapun yang memandang diriku penuh dengan kekurangan. Jujur, aku lebih suka orang yang memandangku dari dua sisi. Dia yang selalu melihat diriku dari sisi kekurangan dan kelebihanku, bukan yang hanya memandangku dengan sebelah mata. Ya, bukankah kita lebih membutuhkan orang yang memahami kita apa adanya daripada manusia yang penuh dengan tuntutan idealisnya? Untuk apa pula kita berjalan dengan orang yang hanya siap dengan kelebihan kita saja tanpa mau peduli dengan kekurangan kita yang sesungguhnya? Terkadang, memilih orang yang hanya siap dengan kelebihan kita adalah sebuah kesalahan yang cukup fatal dalam hidup. Coba jawab pertanyaanku, “Seberapa sering kau ingin terlihat baik di mata orang yang kau harapkan?” atau “Seberapa sering kau berusaha meyembunyikan kekuranganmu dari orang yang kau harapkan?” Tak ada salahnya ...

Marhaban Yaa Ramadhan

Tiada napas tanpa tasbih, tiada nikmat tanpa syukur, tiada permulaan amal tanpa basmallah, tiada pertemuan tanpa salam, tiada pembicaraan tanpa senyum dan keramahan, tiada kesalahan tanpa istighfar, tiada dosa tanpa taubat, tiada perselisihan tanpa ishlah . Halo kawaan..  Sekarang aku balik lagi dengan topic yg pas yaitu sebagaimana judul diatas. Kita ini tengah memasuki bulan suci penuh berkah & kemuliaan ini yaitu bulan Ramadhan. Spesialnya lagi, di bulan Ramadhan juga ada malam istimewa yaitu malam lailatul qadr alias malam yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan, gaes . Oleh karenanya, sudah sepantasnya kita menyambutnya dengan penuh suka cita & kerinduan. Bagaikan tamu agung yg akan memberikan banyak kemuliaan, maka sambutan istimewa pun akan dihadirkan dengan segenap harapan. Buat kawan-kawan sendiri, apa sih yang udah kawan-kawan persiapkan menuju bulan istimewa ini? Saudaraku, amaliah Ramadhan adalah amal yang memiliki maksud dan tujuan yg tersendiri. ...

Super Potter

Halo semuaa.. Kembali lagi bersama saya di blog saya tentunya. HAHA. Dan, kau tahu? Judul entri ini emang ga ada nyambungnya sama isinya -pingin aja soalnya bingung. Akhirnya kemarin aku dan Azmi ikut kegiatan sanlat. Ya, salah satu upaya kita untuk mengisi liburan dengan hal-hal yg produktif. Karena kita juga belum liburan kemana-mana jadi inilah yg kami tunggu-tunggu. Ok, I’ll story about it, check it out! Kegiatan islami ini baru dua kali diadain yaitu sekarang dan tahun kemarin. Nama kegiatannya SuperCamp for Teens yg diadakan oleh Yayasan Juara Insan Mandiri –biasa disebut JIM. Pesertanya yaa anak2 dari para pengurus yayasan, jadi belum terbuka untuk umum. Dan disini aku juga ga bakalan nyeritain semua dengan rinci. Hari pertama. Aku dan Azmi datang kedua terawal sekitar jam 8-an. Firstnya Mitsaq. Tapi acara dibuka jam 11-an soalnya pesertanya pada ngaret. Lanjut ke sesi perkenalan ada T’Raisa, T’Fathimah, aku, Zaynab, Dhillah, Nabila, Azmi, Sabil, Fathan, Mitsaq, Za...

Hati-hati Jatuh (karena) Cinta!

Jatuh cinta itu oke-oke aja, tapi jatuh karena cinta, itu baru menyakitkan. HAHA. Skip aja dulu ini mah. Makasih buat kalian para sahabatku, yang ngasih usul nulis tentang CINTAAA -kenapa kalian demen banget sama yang namanya cinta. Aku sih, gak tau banyak. Yang aku tahu, cinta itu punya makna yang agung. Dimana, cinta bukan hal yang pantas untuk dipermainkan. Tapi cinta itu butuh keseriusan. Hati-hati ya gaes, cinta yang tulus itu mudah banget didapetin. Tapi yang serius itu susah.  Ribetnya lagi, kalo kalian galau, efeknya tuh sampe ke mental kalian. Ngelampiasinnya tuh dengan marah-marah gak jelaslah, gak nafsu makan lah, semua status ngegalau semua, belum lagi ngelamunin si dia yang udah move on dari kalian. HAHA. Jadinya kalian sendiri yang cape hati. Sejatinya, cinta itu fitrah kita sebagai manusia yang Allah berikan pada kita. Cinta juga terbagi menjadi 2 bagian. Ada cinta sejati dan cinta semu. Cinta sejati itu adalah cinta kita pada sang pencipta. Sedangkan cint...

Terikat Aturan

Pesantrenku adalah pesantren yang unik. Rutinitasnya pun memiliki banyak kesamaan dengan pesantren modern lainnya. Kegiatan belajar mengajarnya sama persis seperti sekolah pada umumnya. Hanya saja, penghuni kelas seluruhnya adalah perempuan. Kebetulan pula, kelasku dipenuhi oleh 57 orang perempuan –yang mayoritas pada cerewet. Jadi ya gitu belajarnya pun kadang efektif, kadang gak terlalu. Aku senang bersekolah di pesantren yang unik. Apa lagi kalo soal peraturan. Peraturan yang selalu diulang-ulang pembacaannya saat upacara bulanan oleh sang pimpinan pondok untuk tidak dilanggar. Tapi apa boleh buat kalo semisalnya manusia itu gak luput dari yang namanya kesalahan. Apa boleh buat kalo kita para santri yang masih pada periode yang istilahnya ‘labil’. Kan kita juga sama kaya remaja-remaja pada umumya. Ya gak? Aku sedikit ragu buat nulis ini. Ada yang ngasih saran buat nyeritain sesuatu tentang pengalaman aku melanggar yang namanya peraturan. Tapi plis, jangan ditiru, ya. Apa lag...

Who am I really?

Akhir-akhir ini aku lagi seneng nulis di blog. Mungkin karena gak pake pensil kali ya, jadi ni tangan ga ke-pegel-an. Cukup klik sana klik sini, beres. Ketik sana ketik sini, beres. Ya, gitu deh hidup di zaman sekarang, serba instan bahkan dalam menulis sekalipun. Tapi sama-sama mikir, sih. Di usia aku sekarang yang menginjak remaja, ada satu hal yang aku sendiri belum bisa mengerti, belum terdefinisi dengan jelas di mata aku. Masih samar-samar. Kalian mau tau hal apa? BUKAN. BUKAN CINTA –sembarangan aje, namun ini tentang jati diri. Jati diri yang selalu dibicarakan oleh para intelek di kelas. Dan sungguh, jika kalian pernah menemukan aku berargumen tentang jati diri, sebenarnya aku sendiri belum tergambarkan sepenuhnya tentang hal itu. Oke, aku bakal nilai bagaimana pribadi aku menurut sudut pandaaaang… aku sendiri, sih. Mulai dari kepribadian. Banyak orang bilang aku tuh aneh, aku tuh DDM alias diam-diam menakutkan –eh. Aku memiliki banyaaak kepribadian. Melankolis, sanguini...

Hidayah?!

Hm, asal kalian tau aja, aku juga pernah mengalami masa Jahiliyyah. Wkwk. Itu sih menurut aku ya. Namun, bukan berarti aku yang sekarang ini udah sempurna, melainkan masih dalam proses perbaikan diri (akhlaq apalagi). Kau tahu bagaimana langkah pertamaku dalam berhijrah? Mungkin kalian gak akan pernah menyangka sama kisah hidup aku yang satu ini. Dan aku bersyukur telah memilih jalanku yang sekarang. Hidayah yang gak akan pernah aku sia-siain. Okey, simak aja cuplikan masa lalu ini ya gaes. CEKIDOT. Berawal dari masa-masa selepas Ujian Nasional saat aku menginjak bangku kelas enam Sekolah Dasar. Ngerasa maksimal dengan usaha saat ujian, aku pun meminta sesuatu yang sangat aku dambakan pada masanya,  Handphone (HP). Sebenernya, aku juga punya HP, tapi biasalah, selalu ingin yang baru, yang lebih mahal biar gaya. Hasil UN udah keluar .Alhamdulillah sih  score -nya mah.  Tapi belum ada konfirmasi dari ayah buat ngebeliin HP baru. Satu minggu... Dua minggu... Padahal ...

Aku, Diary, & Inspirasi

Hai! Jujur aja, aku yang asli berbeda dengan aku di dunia tulisan. Berbeda dalam segi bahasa serta kemampuan berkomunikasinya -menurutku. Banyak banget hal yang ingin aku ceritakan di blog ini. Dan akhirnya aku jadi bingung mau nulis apa. -mulai so deh. HIHI. Oke, mulai dari perkenalan dulu aja, deh. Nama lengkap aku Azrina Hanifa -sama kaya kalian ko, makan nasi, hamba Allah, dan pastinya manusia. Lahir di kota Bandung. Umurku... wallahu a'lam bis shawab.  Umurku hanya Allah yang tahu. Wkwk. Tentang sekolah, jangang tanya deh. Aku sekolah di tempat yang sangat aku banggakan, yang sangat aku rindukan, yang bener-bener bikin perubahan drastis bagi diri aku. HIJRAH -next post aku bakal ceritain. Lebih tepatnya, sih namanya pondok pesantren Darul Arqam yang letaknya di kota intan, Garut. Tinggal di sebuah asrama putri tsanawiyah, lebih tepatnya ranjang atas dan diapit sama adik kelas. Sedihnya, sekarang aku gak punya kamar pribadi kalo pulang ke rumah. Latar belakang aku bisa-...